You are here
Home > News > Silaturahmi Kesana-kemari

Silaturahmi Kesana-kemari

Di tahap kampanye pada Pilkada tahun ini, KPU Parigi Moutong, Sulawesi Tengah dikabarkan memberi lebih dari 600 titik pertemuan antara kandidat dan masyarakat konstituen. Jumlah tersebut jauh lebih banyak dari jumlah desa dan kelurahan di Kabupaten Parigi Moutong yakni 278 desa, 5 kelurahan. Banyaknya jumlah titik tersebut memberi ruang pada kandidat bisa menyelenggarakan sosialisasi di tingkat desa lebih dari satu kali.

Selain penetapan jumlah titik sua, pihak penyelenggara ini juga mengatur batasan banyaknya kursi dalam pertemuan, yakni 100 kursi untuk masing-masing titik pertemuan tingkat desa.

Sementara untuk kampanye di tingkat kecamatan, KPU hanya membolehkan sekali kampanye untuk masing-masing Paslon dengan batasan 1.000 persediaan kursi untuk konstituen.

Dari berbagai ketetapan KPU itu, jumlah 600 lebih titik kampanye dialogis yang dianggap paling efektif untuk sosialisasi oleh kandidat. Meski jumlah tersebut terbilang besar yang mungkin sulit dituntaskan.

Namun demikian, salah satu Paslon bupati dan wakil bupati Parigi Moutong menjadikan 600 lebih jumlah pertemuan tingkat desa sebagai kesempatan silaturahmi.

Adalah pasangan Samsurizal Tombolotutu – Badrun Nggai (SABAR). Paslon ini justru merasa senang dengan jumlah tersebut. Katanya, walau bedampak ‘kesana-kemari’, asalkan momen silaturahmi tercapai.

Telah lebih dari dua bulan masa kampanye, baik dialogis per 100 tingkat desa maupun per 1.000 tingkat kecamatan, Paslon nomor urut 1 itu tercatat telah melakukan hampir 200 kali kampanye. Menariknya, pasangan incumbent ini berencana menuntaskan jumlah 600 lebih titik kampanye tatap muka per 100 tersebut.

Paslon SABAR berpendapat bahwa kampanye dialogis tersebut lebih kepada faedah ‘ketemuan’ dengan masyarakat desa yang dikunjungi. Sebab selama ini menurut paslon SABAR sangat jarang mereka mendapatkan waktu dan kesempatan seperti itu.

“Itu sebabnya kami lebih kepada manfaat silaturahim dengan masyarakat Parigi Moutong. Dalam konsepnya memang kampanye dialogis serta memaparkan visi misi, namun perjalanan acaranya dibuat santai sehingga terbangun hubungan emosional antara masyarakat, kandidat dan tim pemenangan,” ungkap calon wakil bupati nomor urut 1 ini.

Kata Badrun Nggai, di sisi lain mereka juga memikirkan masyarakat yang mungkin merindukan sentuhan SABAR. “Mungkin saja ada masyarakat yang lalu-lalu tidak pernah kami temui, atau tidak sempat bertemu kami, melalui dialogis ini kita berjumpa,” kata Badrun.

Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Parigi Moutong itu menegaskan, pasangan SABAR akan tetap masuk ke desa-desa hingga deadline tahapan kampanye tatap muka tersebut.

“Selama masih sehat seperti sekarang ini, walaupun kesana-kemari masuk desa kami tidak masalah. Dan selama KPU belum melarang,” ucapnya.*

Top