You are here
Home > Jalan-Jalan

Alasan Seprei Hotel Selalu Berwarna Putih

Photo: ambhara.co.id

Setiap menginap di hotel, selalu ada yang serupa yakni keberadaan kasur dengan seprai warna putih. Berapapun tingkatan bintangnya, hampir semua seprai di hotel berwarna putih. Padahal jika ditilik dari segi ketahanan warna dan resiko noda, warna putih jarang digunakan untuk seprai di rumah. Mengapa hotel menggunakan seprei warna putih untuk membungkus kasur? Dilansir dari Travel and Leisure, seprai warna putih adalah salah satu cara untuk hotel membuktikan standar kebersihan. Perumpamaan lainnya adalah seprai warna putih menunjukan seberapa mewah hotel tersebut. Hotel mampu menjaga dan membeli seprai putih dari bahan linen. Keberadaan seprai warna putih awalnya dipopulerkan oleh hotel-hotel The Westin pada 1990-an. Menurut wakil presiden The Westin saat itu, seprei warna putih memberi 'halo effect', alias efek yang membuat tamu berpikir jika kamar mereka baru saja direnovasi. Alasan lain mengapa hotel menggunakan seprai warna putih juga karena mudah terlihat ketika memang ada noda, mudah dibersihkan dibagian noda tersebut, dan mudah dicuci campur dengan handuk dan jubah mandi hotel yang berwarna putih. Tanpa perlu takut kalau seprai putih di hotel akan luntur ketika dicuci. Sumber: Kompas.com

Mengintip Air Terjun Saluopa

Air terjun Saluopa di Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah dapat dikatakan tempat wisata yang paling dikenal oleh wisatawan mancanegara dan wisatawan lokal dengan keindahan alamnya. Air terjun Saluopa bersumber dari mata air yang mengalir dari puncak gunung dengan ketinggian 25 meter. Air terjun ini melewati batuan gunung sebanyak 12 tingkatan yang mengalir deras mengalir hingga ke tingkat paling bawah yang berakhir di sungai kecil Desa Leboni. Air terjun Saluopa terletak di Desa Leboni, Kecamatan Pamona Pusalemba, Kabupaten Poso atau sekitar 14 kilometer dari Kota Tentena. Air terjun ini juga memiliki tempat permandian yang berada di tingkat 11. Pemkab Poso menugaskan Wiliam Tabasi dan Budi Rutana untuk menjaga kebersihan di Air Terjun Saluopa ini. Menurut catatan petugas jaga, jumlah pengunjung saat hari libur mencapai 200 orang lebih. Namun pengunjung terbanyak saat perayaan Tahun Baru yang mencapai 400 pengunjung. Bertambahnya pengunjung sudah tentu menambah pemasukan bagi Pemkab Poso yang menetapkan tiket masuk Rp 1.000 per orang. "Kalau hari biasa kurang pengunjung, namun kalau hari libur seperti Minggu mencapai 200 orang. Paling banyak itu saat libur Tahun Baru mencapai 400 orang,” kata Wiliam. Menurut beberapa pengunjung, air terjun Saluopa merupakan air terjun yang terbaik di Indonesia. Namun sayangnya, air yang dahulu mengalir deras menutupi bebatuan di setiap tingkatan tersebut, kini debit airnya mulai berkurang. Hal tersebut diakui oleh salah seorang pengunjung asal Kota Bogor, Jawa Barat yang telah beberapa kali mengunjungi Saluopa. Dia menyayangkan air terjun tersebut telah mengalami perubahan debit air yang mulai mengurang. "Saya telah mengunjungi semua air terjun di Indonesia. Menurut saya yang bagus hanya Saluopa. Namun sayangnya debit air sudah mulai berkurang. Kalau dulu saya ke Saluopa, airnya itu deras hingga tertumpah sampai di anak tangga yang menuju ke tingkat 12, tapi sekarang sudah tidak lagi," paparnya. Pengakuan tersebut juga diutarakan wisman asal Prancis, Rathrie dan Kisin. Mereka mengakui keindahan Saluopa merupakan air terjun yang

Cagar Alam Pangi Binangga

1. Nama Kawasan :  CAGAR ALAM PANGI BINANGGA 2. Pengelola Kawasan : -     Resort KSDA I Pangi di Toboli -     Seksi Konservasi Wilayah I - Pangi -     Balai konservasi Sumberdaya Alam Sulawesi Tengah 3. SK Penunjukan/penetapan : Surat Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor : 399/Kpts-II/1998 tanggal 21 April 1998 tentang Penunjukan Areal Hutan Pangi Binangga terletak di Kabupaten Daerah Tingkat II Donggala, Propinsi Daerah Tingkat I Sulawesi Tengah seluas ± 6.000 (enam ribu) Ha sebagai kawasan hutan dengan fungsi Cagar Alam. 4. Luas (Ha) : 6.000  Ha. 5. Letak administratif,  Letak Geografis dan Batas  wilayah : Administratif : Sedangkan menurut administratif pemerintahan termasuk dalam wilayah 3 Kecamatan yang ada di Kabupaten Parigi Moutong yaitu Kecamatan Parigi Utara meliputi Desa Toboli, Toboli Barat dan Desa Desa Pangi; Kecamatan Parigi Tengah meliputi Desa Binangga, Desa Matolele, Desa Sakina Jaya, Desa Jononunu, Desa Pelawa, Desa Pelawa Baru, Desa Petapa; serta Kecamatan Parigi Barat meliputi Desa Jonokalora dan Desa Parigimpu. Geografis  : Kawasan Cagar Alam Pangi Binangga secara geografis terletak pada 120,026o – 120,106o BT dan 0,714o – 0,816o LS. Batas-batas kawasan adalah sebagai berikut : Sebelah Utara        : Berbatasan dengan Jalan TransSulawesi (Tawaeli–Toboli), Desa Toboli Barat Sebelah Selatan     : Berbatasan dengan Sungai Parigimpu/ Baliara Sebelah Timur       : Berbatasan dengan Desa Toboli, Desa Toboli Barat, Desa Pangi, Desa Binangga, Desa Matolele, Desa Sakina Jaya, Desa Jono Nunu, Desa Pelawa, Desa Pelawa Baru, Desa Petapa, Desa Jono Kalora, Desa Parigimpu. Sebelah Barat        : Berbatasan dengan KecamatanTawaeli-Kota Palu. 6. Sejarah Kawasan : Cagar Alam Pangi Binangga pertama diusulkan untuk dikonservasi tahun 1989 oleh Kantor Wilayah Departemen Kehutanan Propinsi Sulawesi Tengah. Sebelumnya Gubernur Propinsi Sulawesi Tengah telah mengeluarkan Surat Keputusan Nomor : SK.188.44/3932/Dinhut/89 tanggal 30 Agustus 1989 tentang penunjukan areal hutan lindung, areal penggunaan lain dan sebagian perairan laut yang terletak di Daerah Tingkat II Donggala, Poso, Tolitoli, dan Luwuk Banggai Propinsi Sulawesi Tengah sebagai suaka alam dan hutan wisata. Pengusulan penunjukan Cagar Alam

Cagar Alam Gunung Tinombala

1. Nama Kawasan : CAGAR ALAM GUNUNG TINOMBALA 2. Pengelola Kawasan : -     Resort II Kotaraya di Desa Kayu Agung -     Seksi Konservasi Wilayah I – Pangi -     Balai Konservasi Sumberdaya Alam Sulawesi Tengah 3. SK Penunjukan/penetapan : Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan No. 339/Kpts-II/1999, tanggal 24 Mei 1999 tentang Penetapan Kelompok Hutan Gunung Tinombala seluas +37.106,12 Ha, yang terletak di kabupaten daerah tingkat II Buol Tolitoli dan Donggala, Propinsi Daerah Tingkat Sulawesi Tengah, Sebagai Kawasan Hutan Dengan Fungsi Cagar Alam dan Diberi Nama Kelompok Hutan Cagar Alam Gunung Tinombala. 4. Luas (Ha) : 37.106,12  Ha. 5. Letak administratif,  Letak Geografis dan Batas  wilayah : Administratif : Tabel. Luas Kawasan CA Gn. Tinombala menurut Administrasi  Pemerintahan No Wilayah Administrasi Luas (Ha) % 1. Kabupaten Parigi Moutong : 14.285,66 35,62 a. Kecamatan Bolano Lambunu 9.128,41 22,76 b. Kecamatan Mepanga 5.157,25 12,86 2. Kabupaten Tolitoli : 19.486,08 48,59 c. Kecamatan Basidondo 10.400,35 25,94 d. Kecamatan Lampasio 9.085,73 22,66 3. Kabupaten Buol : 9.085,73 15,78 e. Kecamatan Tiloan 6.329,21 15,78   Total 40.100,95 100.00 Sumber : Peta Wilayah Administrasi Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Tolitoli, Kabupaten Buol, 2010 Geografis        : Sedangkan secara astronomis terletak pada  0o34’ – 0o49’ LU dan 120o38’ – 120o56’ BT. Batas-batas kawasan CA. Gunung Tinombala sebagai berikut: Sebelah Barat       :   Hutan Lindung, Kecamatan Mepanga. Sebelah Timur      :   Hutan Lindung, Kecamatan Tiloan. Sebelah Utara      :   Areal Penggunaan Lain, Hutan Produksi, Kecamatan Basidondo, Kecamatan Lampasio. Sebelah Selatan   :   Hutan Lindung, Kecamatan Bolano Lambunu, Kecamatan Moutong, Kecamatan Mepanga. 6. Sejarah Kawasan : Peta Rencana Penatagunaan Hutan Kesepakatan Propinsi Sulawesi Tengah Skala 1:500.000 Tanggal 03 Juni 1986. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 50/Kpts-VII/1987 tanggal 25 Pebruari 1987 tentang Penunjukan areal hutan di Propinsi daerah tingkat I Sulawesi Tengah seluas ± 5.176.672 Ha sebagai kawasan hutan. Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Tengah Nomor : SK.188.44/3932/DINHUT/89 Tanggal 30 Agustus 1989 Tentang Penunjukan Sementara Areal Hutan Lindung, Areal Penggunaan Lain dan sebagian Perairan Laut yang terletak di Daerah Tingkat II Donggala, Poso, Tolitoli dan Luwuk Banggai Propinsi Sulawesi Tengah sebagai Suaka Alam dan Hutan Wisata. Berita Acara Tata Batas Kelompok Hutan CA Gunung Tinombala tanggal 27

Top