You are here
Home > News > Sosial & Politik

Lelo: Jasmera Yakin SABAR Menang

Ribuan Massa Padati Kampanye Terbatas Jaringan SABAR Merakyat (Jasmera) meyakini bahwa paslon Samsurizal Tombolotutu-Badrun Nggai (SABAR) menang pada kontestasi politik di Kabupaten Parigi Moutong tahun ini. Gambaran kemungkinan besarnya kemenangan jatuh pada pasangan nomor urut 1 itu terlihat dari antusiasnya masyarakat Parigi Moutong mendatangi kampanye-kampanye terbatas SABAR. Optimisme Jasmera bahwa SABAR menang ini dikemukakan Ketua Umum Jasmera Parigi Moutong, Faisan Badja. Katanya, salah satu bukti nyata dukungan rakyat Parigi Moutong terhadap pasangan SABAR terlihat dari aksi-aksi masyarakat yang membanjiri setiap kampanye yang digelar. “Belum lama ini paslon SABAR menggelar dua titik kampanye terbatas. Pada tanggal 21 April dihelat di lapangan Patriot Bambalemo, dan pada 22 April digelar di Stadion Mini Ampibabo Utara. Nyata, dua kali kampanye itu rata-rata dipadati ribuan massa,” ujar lelaki yang akrab disapa Lelo itu, Selasa 24 April 2018. Dijelaskan Lelo, massa yang mendatangi kampanye-kampanye terbatas itu bukan massa mobilisasi dari daerah atau wilayah lain, tapi murni masyarakat di wilayah tempat digelarnya kampanye tersebut. Kampanye terbatas di Bambalemo misalnya. Kegiatan tersebut digagas dan didukung relawan Wanita Pendukung SABAR (WPS). Ribuan massa yang menghadiri kampanye itu rata-rata dari wilayah eks Kecamatan Parigi. Begitu halnya dengan kampanye terbatas di Kecamatan Ampibabo. Kampanye yang didukung penuh relawan Jasmera itu juga dihadiri massa dari eks kecamatan Ampibabo, yakni kecamatan Ampibabo, Siniu dan Toribulu. “Ribuan massa yang menghadiri setiap kampanye terbatas Paslon SABAR itu yang kemudian menjadi dasar optimisme bahwa kemenangan pasti jatuh pada SABAR,” ungkap Lelo. Ia menyebutkan, kedepan masih akan dilakukan kampanye-kampanye terbatas di sejumlah wilayah di Parigi Moutong. Lelo menyebutkan kalau kampanye-kampanye nanti masih akan dihadiri ribuan massa, semakin menambah keyakinan bahwa kemenangan pasti jatuh ke tangan SABAR. Untuk diketahui, di tahapan kampanye Pilkada Parigi Moutong tahun ini, Paslon SABAR telah menggelar kampanye terbatas sebanyak tujuh kali. Rata-rata kegiatan tersebut dihadiri ribuan massa. Dari tujuh kali kampanye terbatas, dua kali di antaranya dihadiri ketua DPD Partai Gerindra

PDIP: Hanya yang Tak Bersyukur Bilang tak ada Perubahan

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) secara gambling menyatakan bahwa keberhasilan pembangunan Kabupaten Parigi Moutong cukup menonjol. Nampaknya perubahan kabupaten tersebut selama dinahkodai Samsurizal Tombolotutu dan wakilnya Badrun Nggai (SABAR) selama lima tahun belakangan, cukup jelas. “Hanya orang-orang yang tidak bersukur saja yang mengatakan bahwa tidak ada perubahan selama dipimpin SABAR periode sebelumnya,” teriak Ketua DPD PDIP Sulawesi Tengah, Muharram Nurdin dalam orasi politiknya di lapangan Patriot Bambalemo, 21 April 2018. “Kita semua sudah menjadi saksi bagaimana pengembangan Parigi Moutong, selama dipimpin pasangan SABAR,” sambung Muharram Nurdin. Tidak hanya itu, Muharram Nurdin pun mengungkap kalau menjadi pemimpin bukan sebagai ajang percobaan. “Maju menjadi kepala daerah bukan untuk dicoba-coba saja, melainkan harus terbukti dan konsisten,” jelasnya. Di depan ribuan massa di lapangan Patriot Bambalemo, Kecamatan Parigi, Muharram mengatakan, memilih dalam perhelatan Pilbup  harus memilih pemimpin daerah, bukan pemimpin kelompok, pemimpin perorangan, tetapi harus memilih pemimpin yang akan membawa daerah ini menjadi lebih baik. Sebab membangun katanya, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Jika ada yang ingin menjadi kepala daerah untuk mencoba-coba, harus dikatakan bahwa maju untuk menjadi pemimpin kepala daerah bukan untuk dicoba-coba. Ia berpesan agar pada 27 Juni nanti seluruh masyarakat dapat memilih pemimpin yang sudah terbukti berhasil membawa Parigi Moutong. “Pemimpin yang sudah teruji dan terbukti keberhasilannya itu adalah pasangan SABAR, nomor urut 1,” ucap politisi PDIP itu. Sementara, calon Wakil Bupati pasangan SABAR, Badrun Nggai dalam orasinya mengimbau agar masyarakat cerdas dalam memilih pemimpin kedepan. Dengan dialeg berbahasa kaili, Badrun mengatakan bahwa semua sudah melihat apa yang telah di perbuat pasangan SABAR pada periode sebelumnya. Mulai dari pembangunan infrastruktur jalan yang layak, pendidikan dan kesehatan, semua sudah mulai meningkat. Olehnya ia berharap agar masyarakat bisa kembali mempercayakan pasangan SABAR menjadi Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong, agar pembangunan semakin berkembang. Sumber Naskah & Foto: Songu Lara | Editor: Andi Sadam

Optimis Perindo SABAR Juara

Partai Persatuan Indonesia (Perindo) optimistis memenangkan pasangan Samsurizal Tombolotutu-Badrun Nggai (SABAR) pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) langsung 2018 di kabupaten Parigi Moutong. "Kami optimistis pasangan SABAR memenangi Pilkada Parigi Moutong," kata Ketua DPD Perindo Parigi Moutong Yolanda Mambu di Parigi, Rabu. Pasangan SABAR adalah Bupati-Wabub Parigi Moutong periode 2013-2018 yang tetap mesrah hingga menjelang akhir pemerintahan mereka. Yolanda memaparkan dukungan terhadap pasangan SABAR, dirinya mengerahkan seluruh mesin partai di kabupaten itu untuk bekerja maksimal memenangkan kandidatnya. Partai Perindo adalah salah satu partai baru yang telah lolos verifikasi oleh KPU dan menetapkan pilihannya untuk berjuang menjadikan Paslon nomor urut 1 juara pada kontestasi politik tahun ini. Partai besutan Hary Tanoesoedibjo ini usianya memang masih terbilang muda namun mereka berani berkoalisi dengan partai politik lain seperti Gerindra dan PDIP untuk pasangan Sabar. "Kami terus melakukan pertemuan intes bersama kader Perindo di Parigi Moutong hingga tingkat ranting yang tujuannya hanya satu yakni memenangkan pasangan Sabar," ujar Yolanda.Ia menuturkan, DPD Perindo awalnya memasukan proposal usulan dukungan kepada tiga kandidat ini ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP), namun setelah melewati proses pengkajian secara internal, DPP memutuskan agar DPD Perindo mendukung pasangan SABAR. "Dari hasil survei secara internal, elektabilitas SABAR masih di atas semua kandidat sehingga DPP mengarahkan kami untuk mendukung pasangan calon tersebut," ungkapnya. Pilkada serentak di Suteng yang akan dihelat pada 27 Juni mendatang diselenggarakan di tiga kabupaten yakni Donggala, Parigi Moutong dan Morowali. Khusus Parigi moutong, berdasarkan penetapan KPU setempat, Pilkada ini diikuti tiga pasang calon Bupati dan Wakil Bupati, dimana pasangan SABAR adalah nomor urut 1. Paslon tersebut diusung enam Parpol yakni Partai Gerindra, PAN, PBB, PKS, PDIP dan PPP. Sumber: Antaranews Sulteng

Kunci Terwujudnya Pilkada Damai

Ketua Majelis Ulama Kota Palu, Sulawesi Tengah, Prof Dr H Zainal Abidin MAg menyatakan salah satu faktor penentu tercapainya pilkada yang damai adalah adanya kesadaran untuk memperkuat rasa persaudaraan sesama warga dan kontestan pilkada. "Harus ada rasa persaudaraan oleh masyarakat untuk mewujudkan pilkada damai," katanya saat diminta tanggapan terkait pelaksanaan pilkada serentak di Sulteng, Selasa. Menurut Zainal, terdapat tiga faktor sebagai syarat menuju pilkada damai, aman dan berintegritas. Pertama, dari sisi agama, umat harus merasa, memahami dan meyakini bahwa sesama umat beragama adalah saudara. "Kalau Islam, maka sesama umat Islam adalah saudara. Begitu pula dengan penganut agama lain, harus ada keyakinan serta kesepapahaman bahwa sesama pemeluk agama adalah saudara," kata Prof Zainal Abidin. Dengan adanya perasaan, pemahaman, serta keyakinan tersebut maka seseorang atau sekelompok orang dalam masyarakat tidak akan memfitnah, mencerca, membuka aib, melukai, seseorang atau sekelompok orang. Karena saudara. Kedua, harus ada pemahaman, perasaan, serta keyakinan yang kuat bahwa sesama manusia adalah ciptaan Allah. Karena sesama ciptaan Tuhan yang Maha Esa, yang sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan, maka tidak akan mungkin saling menjelekkan, saling menuding, serta saling memfitnah. "Kita semua adalah ciptaan Tuhan yang Maha Esa. Kita boleh berbeda pilihan, pendapat, serta keyakinan. Namun, harus tetap menghargai perbedaan. Dengan keyakinan bahwa semua manusia berasal dari Tuhan yang maha Esa, karena itu bersaudara," kata mantan Rektor IAIN Palu itu. Ketiga, harus ada kesepahaman, pandangan serta keyakinan dan tindakan bahwa kita semua sama-sama warga/masyarakat Donggala, Parigi Moutong atau Morowali (tiga kabupaten yang melaksanakan piikadadi Sulteng). Khusus kepada tim pemenang, ia minta untuk tidak berprasangka buruk antara satu sama lain karena prasangka buruk berdampak terhadap minimnya kepercayaan serta melahirkan tindakan yang buruk. "Islam menganjurkan umatnya untuk berprasangka baik kepada siapapun. Saya yakin agama lain juga menganjarkan kebaikan yang sama kepada pemeluknya," terangnya. Sumber Naskah & Foto: Antaranews Sulteng

Memajukan Daerah jadi Fokus Tema Debat Publik

Amelia Idris

KPU Kabupaten Parigi Moutong akan menggelar debat publik putaran kedua bagi para kontestan Pilkada 2018 pada 27 April 2018 di Kecamatan Bolno Lambunu. Debat publik kali ini akan fokus membahas program-program para kandidat dalam memajukan daerah dan penyesuaian pembangunan kabupaten, provinsi dan nasional yang telah dimusyawarakan oleh tim pakar beberapa waktu lalu. Ketua KPU Parigi Moutong Amelia Idris mengemukakan di Parigi, Senin, bahwa pemilihan tema itu sesuai dengan yang diatur dalam Peraturan KPU RI Nomor 4 Tahun 2017 tentang kampanye pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota. "Pemilihan tema sesuai dengan Standard Operational Procedure (SOP) yang ada di dalam peraturan KPU," beber Amelia. Ia menguraikan bahwa pelaksanaan debat publik pada Pilkada Parigi Moutong itu dilaksanakan selama tiga kali. Debat publik putaran pertama telah berlangsung pada 27 Maret 2018 di lapangan sepak bola Desa Sausu, Kecamatan Sausu, yang diikuti tiga pasangan calon dengan tema pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. Sementara debat publik putaran kedua nanti akan berlangsung di Kecamatan Bolano Lambunu, di wilayah utara kabupaten itu sebagai upaya menggali program yang dituangkan dalam visi dan misi masing-masing pasangan calon. Penyusunan tema debat publik ini telah digodok oleh tim pakar beranggotakan enam orang yang telah ditentukan oleh KPU. Pada debat publik putaran pertama dipimpin langsung Hilal Maralangan, seorang akademisi IAIN Palu sebagai moderator yang juga anggota tim pakar. "Insya Allah pelaksanaan debat publik nanti kita laksanakan siang hari mulai pukul 14.00 Wita sampai selesai, beda dengan pelaksanan debat sebelumnya kita laksanakn pada malam hari," ujarnya. Meski begitu, Amelia belum bisa membeberkan secara gamblang siapa yang akan memimpin debat publik putaran kedua nanti. "Yang menentukan itu adalah tim pakar, jadi kita lihat saja nanti siapa yang akan menjadi moderator karena yang mengatur teknisnya adalah tim pakar, mereka yang menyepakati siapa ditempatkan memandu jalannya debat," tutur Amelia. Sumber Naskah & Foto: Antaranews Sulteng

Lancar Pilkada jangan Golput!!!

“Pilihan golput itu tidak benar, tapi memilih SABAR itu baru tepat” Voting day Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong kurang dari dua bulan, tepatnya pada Rabu 27 Juni 2018. Seruan pasangan Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 1 dalam mengajak masyarakat untuk menyumbangkan hak suaranya kian ‘diteriakan’. Pasangan incumbent H Samsurizal Tombolotutu dan H Badrun Nggai (SABAR) itu menyebutkan bahwa satu suara dalam pemilihan bupati tahun ini adalah penentu kelanjutkan pembangunan Kabupaten Parigi Moutong selama lima tahun kedepan. “Ayo, mari ramai-ramai datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada hari Rabu tanggal 27 Juni 2018. Jangan sia-siakan hak suara, karena satu suara berdampak pada pembangunan kabupaten ini,” ujar pasangan SABAR kepada Jasmera, Sabtu 31 April 2018. Menurut pasangan petahana itu, kelancaran proses dan suksesnya Pilkada tidak lepas dari satu suara masyarakat. Katanya, keputusan untuk tidak menyalurkan hak suara bukan merupakan pilihan tepat. Langkah terbaik atau pilihan tepat adalah memilih pasangan nomor urut 1. “Pilihan golput itu tidak benar, tapi memilih SABAR itu baru tepat,” ungkap pasangan SABAR di Parigi pada Sabtu itu. Di tempat terpisah, Ketua Umum Relawan Jasmera, Faisan Badja, menyatakan bahwa imbauan pasangan SABAR kepada konstituen agar tidak golput merupakan ajakan yang sifatnya turut membantu panitia penyelenggara Pilkada dalam mewujudkan Pilkada tanpa golput. “Komisi Pemilihan Umum (KPU) sangat berharap agar Pilkada tahun ini bebas dari golongan yang enggan menyalurkan hak suaranya. Meski ajakannya politis tapi sifatnya membantu dalam sosialisasi,” sebutnya. Lelaki yang akrab disapa Lelo itu juga menjelaskan kalau relawan Jasmera juga turut melontarkan pernyataan yang sama dalam sosialisasi dan konsolidasi. “Mungkin ada yang menganggap hanya sebuah gurauan dari kalimat ‘pilih golput tidak benar, tapi pilih SABAR baru tepat’. Tapi sebenarnya cukup berdampak positif di konstituen,” jelasnya. Lelo berharap, kontestasi politik tahun ini bisa dimenangkan pasangan nomor urut 1 yakni pasangan SABAR. Asa tersebut kata Lelo berdasar pada upaya sosialisasi hingga konsolidasi yang terus digalakkan relawan politik Jasmera, relawan-relawan

Satu Program Prioritas SABAR

Samsurizal Tombolotutu

Satu produk berbasis unggulan oleh calon bupati-wakil bupati Parigi Moutong H Samsurizal Tombolotutu dan H Badrun Nggai (SABAR). Sebuah program rencana tersebut merupakan prioritas yang diinisiasi dan dirangkum dari 10 arahan misi. "Kedepan jika kami masih diberi amanat untuk memimpin daerah ini, program prioritas ini akan kami terapkan," kata Samsurizal di Parigi, seperti dilansir Antaranews Sulteng. Satu program tersebut adalah kartu rumah pangan dan padat karya. Kartu itu nanti dikhususkan buat masyarakat bertaraf ekonomi lemah. “Ini adalah satu produk unggulan berbasis pengentasan kemiskinan,” ujar Samsurizal. Sebagaimana diketahui bahwa pasangan calon petahana ini mengusung tema visi mereka yakni ‘Memantapkan Kabupaten Parigi Moutong terdepan maju, adil, merata, berkelanjutan dan berdaya saing’ yang kemudian dijabarkan dalam misi yaitu memantapkan reformasi demokrasi secara akuntabel. Kemudian memantapkan pembangunan infrastruktur di seluruh Parigi Moutong secara merata, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, meningkatkan kesejahteraan sosial yang berkeadilan lewat pengetaskan kemiskinan. Pemantapan pembangunan infrastruktur yang berbasis pertanian, kemudian meningkatkan   pemberdayaan masyarakat berbasis desa kelurahan hingga kecamatan serta meningkatkan keamanan dan ketertiban diseluruh wilayah. Samsurizal menguraikan, kartu kerja padat karya akan diarahkan kepada mereka yang berusia produktif yang belum memiliki pekerjaan tetap yang tidak lain juga sebagai upaya untuk mengurangi angka pengangguran, sehingga kedepan jika pembangunan infrastruktur di perdesaan dilakukan pemerintah maka yang ikut berpartisipasi di dalamnya masyarakat yang memegang kartu kerja padat karya di desa masing-masing. Program kerja padat karya berbasis pada partisipasi tenaga kerja perdesaan. Program ini ternasuk dalam program infrastruktur perdesaan sebagai alokasi tambahan dari tingkat kabupaten, program tersebut kemudian akan melayani sedikitnya 150 ribu tenaga produktif perdesaan yang selanjutnya diatur oleh pemerintah daerah setempat. "Jadi, masing-masing desa memberdayakan masyarakatnya melalui padat karya," jelasnya. Sementara, program kartu pangan digabungkan dengan program lain guna menciptakan keluarga sejahtera. Kedepan, kata Samsurizal, program ini, akan dikelola dari Sekretariat Daerah Kabupaten Parigi Moutong, melalui skema daftar keluarga penerima kartu pangan yang selalu diperbaharui secara lokal, dan dimonitor dengan partisipasi

Kartu Sakti Pasangan SABAR

Pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, nomor urut 1, Samsurizal Tombolotutu-Badrun Nggai (SABAR) mengkampanyekan ‘kartu sakti’. Adalah kartu rumah pangan dan kartu padat karya. Kartu sakti pasangan incumbent ini tidak lain bertujuan mempercepat kesejahterana rakyat, bila nanti SABAR terpilih kembali sebagai Bupati-wakil Bupati pariode 2018-2023. Dikutip dari www.sulteng.antaranews.com, pemberian kartu pangan dan kartu padat karya ini ditujukan sebagai upaya mengurangi angka kemiskinan serta meningkatkan produktivitas pangan di desa dalam rangka menopang kesejahteraan masyarakat. Intervensi program yang diusung pasangan calon petahana ini tak lepas dari peningkatan kesejahteraan masyarakat baik lewat sektor pendidikan, infrastruktur maupun ekonomi. "Kartu padat karya dan kartu rumah pangan kami buat untuk kepentingan masyarakat, jika kami terpilih nanti kartu ini akan kami terapkan," kata calon bupati Samsurizal saat debat kandidat putaran pertama di Sausu, Selasa malam. Selain itu, pasangan SABAR bertekad melanjutkan kembali program mereka di periode sebelumya yang sudah dan belum terlaksana agar pembangunan di semua sektor dapat berkelanjutan. Kali ini, pasangan SABAR mengusung visi yakni “memantapkan Parigi Moutong terdepan, maju adil dan merata berkelanjutan serta berdaya saing”. Visi misi itu dijabarkan pasangan SABAR dalam delapan misi yakni memantapkan reformasi demokrasi secara akuntabel. Kemudian memantapkan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah secara merata, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, meningkatkan kesejahteraan sosial yang berkeadilan lewat pengetaskan kemiskinan. Pemantapan pembangunan infrastruktur yang berbasis pertanian, kemudian meningkatkan pemberdayaan masyarakat berbasis desa kelurahan hingga kecamatan serta meningkatkan keamanan dan ketertiban diseluruh wilayah. "Lewat program yang dirancang ini, kami harap masyarakat Parigi Moutong menjadi masyarakat yang sejahtera dan bermartabat jika kami masih diberi amanat untuk memimpin Parigi Moutong lima tahun kedepan," papar Samsurizal yang didampingi calon wakilnya, Badrun Nggai. Sumber: www.sulteng.antaranews.com | Foto: Antaranews Sulteng | Editor: Andi Sadam

Top