You are here
Home > News > Regional

Awas!! Waspada Cuaca Buruk di Parigi Moutong

Warga Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah diimbau agar waspada cuaca buruk yang diperkirakan akan melanda daerah tersebut hingga awal tahun 2019. “Masyarakat tetap waspada mengingat cuaca sering berubah,” kata pejabat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parimo, Mohammad Iqbal di Parigi, Jumat, 28 Desember. Cuaca buruk itu akibat dampak dari musim pancaroba atau peralihan penghujan ke kemarau, sehingga terjadi dinamika cuaca lokal yang memicu aktifnya aliran massa udara basah, dikenal dengan fenomena skala regional Madden Julian Oscilation (MJO) atau fenomena gelombang atmosfer tropis. Iqbal menyarankan agar masyarakat yang bermukim di bantara sungai serta masyarakat yang menjalankan aktivitas melaut, agar memperhatikan kondisi cuaca dan tekanan angin. Menyikapi isu bencana yang beredar yang diprediksi terjadi pada 28 Desember, ia menyampaikan kepada masyarakat agar tidak panik namun meningkatkan kewaspadaan. Berdasarkan edaran Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kelas I Palu, yang menyampaikan kepada masyarakat agar tidak percaya pada isu-isu prediksi gempa bumi dan tsunami yang akan terjadi pada 28 Desember 2018. BMKG kata dia, telah menegaskan bahwa gempa bumi dapat terjadi setiap saat, namun hingga kini belum ada alat yang mampu memprediksi kapan gempa akan terjadi dan sampai menentukan waktu bencana. Dia memaparkan, menurut indeks resiko bencana Indonesia yang di keluarkan BNPB, ada sejumlah jenis bencana yang mengancam Parigi Moutong, diantaranya banjir, tanah longsor, gempa bumi, cuaca buruk termasuk tsunami. "Sampai saat ini, kita tidak bisa prediksi kapan bencana akan datang khususnya gempa bumi, tsunami dan likuifaksi,” ujarnya. Sejauh ini, pihaknya masih terus membangun koordinasi bersama BMKG dan instansi lainnya, guna memantau situasi prakiraan cuaca di Sulteng sebagai upaya untuk meminimalisir resiko bencana. Sember: sulteng.antaranews.com

Menakar Kekuatan SABAR (part 1)

KPU telah menetapkan bahwa pada hari Rabu tanggal 27 Juni 2018 ini sebagai hari Pilkada serentak di Indonesia. Seperti diketahui dari 171 daerah yang melaksanakan, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah termasuk salah satu daerah yang menggelar pesta demokrasi tersebut. Tiga pasang calon yang turut bertarung pada Pilkada di kabupaten itu. Ada hal menarik di pesta demokrasi di kabupaten tersebut, yaitu menyangkut rekomendasi dan dukungan partai serta keikutsertaan relawan yang jumlahnya ‘fantastis’. Catatan: Andi Sadam Biasanya di setiap perhelatan Pilkada, khusus di Provinsi Sulawesi Tengah, kandidat bupati dan wakil bupati hanya diusung empat hingga lima Parpol. Begitu pula dengan relawan-relawan pendukung, setidaknya jumlahnya lebih sedikit atau setara dengan jumlah partai pengusung. Sebab dari itu tentunya menjadi hal menarik ketika ada Paslon mendapat rekomendasi dan dukungan banyak Parpol. Ditambah lagi jumlah relawan dalam berpartisipasi yang tidak sedikit. Adalah Paslon Samsurizal Tombolotutu dan Badrun Nggai (SABAR) yang tercatat mendapat rekomendasi dan dukungan banyak partai. Sementara rivalnya masing-masing hanya diusung dua Parpol. Beragam alasan terlontar dari pengurus partai sehingga berani merekomendasikan Paslon nomor urut 1 itu. Sebagian besar argumen mereka berdasar pada hasil kerja alias keberhasilan pasangan SABAR dalam membangun Parigi Moutong selama satu periode. Didukung lagi dengan 10 program unggulan dalam misi yang dirangkum dalam satu visi yaitu Memantapkan Kabupaten Parigi Moutong Terdepan, Maju, Adil, Merata, Berkelanjutan dan Berdaya Saing. Terdaftar di KPU Parigi Moutong, pasangan inkamben tersebut diusung enam Parpol yang kemudian menyusul dukungan dari tiga partai lagi. Selain Parpol, Paslon SABAR juga tercatat diperjuangkan oleh belasan relawan. Besarnya dukungan tersebut, pasangan SABAR diprediksi sebagai satu-satunya Paslon terkuat pada Pilkada di Kabupaten Parigi Moutong tahun ini. Seperti yang diungkapkan Salimun Mantjabo—salah seorang politisi yang juga tokoh di Kecamatan Ampibabo. “Bila melihat serta merunut garis-garis komando dukungan ke Paslon SABAR, mengisyaratkan sebuah kemenangan pada voting day nanti,” ucap Salimun yang juga telah menyatakan sikap mendukung dan siap berjuang memenangkan

Lelo: Jasmera Yakin SABAR Menang

Ribuan Massa Padati Kampanye Terbatas Jaringan SABAR Merakyat (Jasmera) meyakini bahwa paslon Samsurizal Tombolotutu-Badrun Nggai (SABAR) menang pada kontestasi politik di Kabupaten Parigi Moutong tahun ini. Gambaran kemungkinan besarnya kemenangan jatuh pada pasangan nomor urut 1 itu terlihat dari antusiasnya masyarakat Parigi Moutong mendatangi kampanye-kampanye terbatas SABAR. Optimisme Jasmera bahwa SABAR menang ini dikemukakan Ketua Umum Jasmera Parigi Moutong, Faisan Badja. Katanya, salah satu bukti nyata dukungan rakyat Parigi Moutong terhadap pasangan SABAR terlihat dari aksi-aksi masyarakat yang membanjiri setiap kampanye yang digelar. “Belum lama ini paslon SABAR menggelar dua titik kampanye terbatas. Pada tanggal 21 April dihelat di lapangan Patriot Bambalemo, dan pada 22 April digelar di Stadion Mini Ampibabo Utara. Nyata, dua kali kampanye itu rata-rata dipadati ribuan massa,” ujar lelaki yang akrab disapa Lelo itu, Selasa 24 April 2018. Dijelaskan Lelo, massa yang mendatangi kampanye-kampanye terbatas itu bukan massa mobilisasi dari daerah atau wilayah lain, tapi murni masyarakat di wilayah tempat digelarnya kampanye tersebut. Kampanye terbatas di Bambalemo misalnya. Kegiatan tersebut digagas dan didukung relawan Wanita Pendukung SABAR (WPS). Ribuan massa yang menghadiri kampanye itu rata-rata dari wilayah eks Kecamatan Parigi. Begitu halnya dengan kampanye terbatas di Kecamatan Ampibabo. Kampanye yang didukung penuh relawan Jasmera itu juga dihadiri massa dari eks kecamatan Ampibabo, yakni kecamatan Ampibabo, Siniu dan Toribulu. “Ribuan massa yang menghadiri setiap kampanye terbatas Paslon SABAR itu yang kemudian menjadi dasar optimisme bahwa kemenangan pasti jatuh pada SABAR,” ungkap Lelo. Ia menyebutkan, kedepan masih akan dilakukan kampanye-kampanye terbatas di sejumlah wilayah di Parigi Moutong. Lelo menyebutkan kalau kampanye-kampanye nanti masih akan dihadiri ribuan massa, semakin menambah keyakinan bahwa kemenangan pasti jatuh ke tangan SABAR. Untuk diketahui, di tahapan kampanye Pilkada Parigi Moutong tahun ini, Paslon SABAR telah menggelar kampanye terbatas sebanyak tujuh kali. Rata-rata kegiatan tersebut dihadiri ribuan massa. Dari tujuh kali kampanye terbatas, dua kali di antaranya dihadiri ketua DPD Partai Gerindra

Silaturahmi Kesana-kemari

Di tahap kampanye pada Pilkada tahun ini, KPU Parigi Moutong, Sulawesi Tengah dikabarkan memberi lebih dari 600 titik pertemuan antara kandidat dan masyarakat konstituen. Jumlah tersebut jauh lebih banyak dari jumlah desa dan kelurahan di Kabupaten Parigi Moutong yakni 278 desa, 5 kelurahan. Banyaknya jumlah titik tersebut memberi ruang pada kandidat bisa menyelenggarakan sosialisasi di tingkat desa lebih dari satu kali. Selain penetapan jumlah titik sua, pihak penyelenggara ini juga mengatur batasan banyaknya kursi dalam pertemuan, yakni 100 kursi untuk masing-masing titik pertemuan tingkat desa. Sementara untuk kampanye di tingkat kecamatan, KPU hanya membolehkan sekali kampanye untuk masing-masing Paslon dengan batasan 1.000 persediaan kursi untuk konstituen. Dari berbagai ketetapan KPU itu, jumlah 600 lebih titik kampanye dialogis yang dianggap paling efektif untuk sosialisasi oleh kandidat. Meski jumlah tersebut terbilang besar yang mungkin sulit dituntaskan. Namun demikian, salah satu Paslon bupati dan wakil bupati Parigi Moutong menjadikan 600 lebih jumlah pertemuan tingkat desa sebagai kesempatan silaturahmi. Adalah pasangan Samsurizal Tombolotutu - Badrun Nggai (SABAR). Paslon ini justru merasa senang dengan jumlah tersebut. Katanya, walau bedampak ‘kesana-kemari’, asalkan momen silaturahmi tercapai. Telah lebih dari dua bulan masa kampanye, baik dialogis per 100 tingkat desa maupun per 1.000 tingkat kecamatan, Paslon nomor urut 1 itu tercatat telah melakukan hampir 200 kali kampanye. Menariknya, pasangan incumbent ini berencana menuntaskan jumlah 600 lebih titik kampanye tatap muka per 100 tersebut. Paslon SABAR berpendapat bahwa kampanye dialogis tersebut lebih kepada faedah ‘ketemuan’ dengan masyarakat desa yang dikunjungi. Sebab selama ini menurut paslon SABAR sangat jarang mereka mendapatkan waktu dan kesempatan seperti itu. “Itu sebabnya kami lebih kepada manfaat silaturahim dengan masyarakat Parigi Moutong. Dalam konsepnya memang kampanye dialogis serta memaparkan visi misi, namun perjalanan acaranya dibuat santai sehingga terbangun hubungan emosional antara masyarakat, kandidat dan tim pemenangan,” ungkap calon wakil bupati nomor urut 1 ini. Kata Badrun Nggai, di sisi lain mereka juga memikirkan masyarakat

Memajukan Daerah jadi Fokus Tema Debat Publik

Amelia Idris

KPU Kabupaten Parigi Moutong akan menggelar debat publik putaran kedua bagi para kontestan Pilkada 2018 pada 27 April 2018 di Kecamatan Bolno Lambunu. Debat publik kali ini akan fokus membahas program-program para kandidat dalam memajukan daerah dan penyesuaian pembangunan kabupaten, provinsi dan nasional yang telah dimusyawarakan oleh tim pakar beberapa waktu lalu. Ketua KPU Parigi Moutong Amelia Idris mengemukakan di Parigi, Senin, bahwa pemilihan tema itu sesuai dengan yang diatur dalam Peraturan KPU RI Nomor 4 Tahun 2017 tentang kampanye pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota. "Pemilihan tema sesuai dengan Standard Operational Procedure (SOP) yang ada di dalam peraturan KPU," beber Amelia. Ia menguraikan bahwa pelaksanaan debat publik pada Pilkada Parigi Moutong itu dilaksanakan selama tiga kali. Debat publik putaran pertama telah berlangsung pada 27 Maret 2018 di lapangan sepak bola Desa Sausu, Kecamatan Sausu, yang diikuti tiga pasangan calon dengan tema pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. Sementara debat publik putaran kedua nanti akan berlangsung di Kecamatan Bolano Lambunu, di wilayah utara kabupaten itu sebagai upaya menggali program yang dituangkan dalam visi dan misi masing-masing pasangan calon. Penyusunan tema debat publik ini telah digodok oleh tim pakar beranggotakan enam orang yang telah ditentukan oleh KPU. Pada debat publik putaran pertama dipimpin langsung Hilal Maralangan, seorang akademisi IAIN Palu sebagai moderator yang juga anggota tim pakar. "Insya Allah pelaksanaan debat publik nanti kita laksanakan siang hari mulai pukul 14.00 Wita sampai selesai, beda dengan pelaksanan debat sebelumnya kita laksanakn pada malam hari," ujarnya. Meski begitu, Amelia belum bisa membeberkan secara gamblang siapa yang akan memimpin debat publik putaran kedua nanti. "Yang menentukan itu adalah tim pakar, jadi kita lihat saja nanti siapa yang akan menjadi moderator karena yang mengatur teknisnya adalah tim pakar, mereka yang menyepakati siapa ditempatkan memandu jalannya debat," tutur Amelia. Sumber Naskah & Foto: Antaranews Sulteng

‘Alat Bantu’ Pengentasan Kemiskinan

Upaya mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, ternyata turut menjadi catatan dalam program prioritas pasangan calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati Parigi Moutong nomor urut 1. Menariknya, di lembar visi misi pasangan Samsurizal Tombolotutu dan Badrun Nggai (SABAR), tercatat bahwa program pengentasan kemiskinan yang direncanakan itu berujung pada Parigi Moutong nol kemiskinan. Melalui ‘alat bantu’ yang terinci dalam buku program lima tahun kedepan mereka, Paslon yang diusung dan didukung sembilan partai politik (Parpol) itu optimis berhasil bila terpilih pada Pilkada 27 Juni tahun ini. Sebagaimana dilansir Antaranews Sulteng pada Senin 2 April 2018, calon Bupati Samsurizal Tombolotutu mengungkapkan bahwa langkah yang akan mereka lakukan tidak lain yakni untuk mensejahterakan rakyat dengan program-program terancang mereka. Katanya, Parigi Moutong nol kemiskinan adalah model pembangunan yang baru, yang fokus pada pemberantasan kemiskinan dan kesenjangan sosial, menghubungkan ekonomi makro, sosial dan kebijakan produktif. Program ini menurut Samsurizal merupakan langkah akurat yang mengombinasikan antara pertumbuhan ekonomi yang cepat serta distribusi pendapatan yang lebih baik dapat dilakukan. Rancangan program pro-rakyat tentunya memberi dampak terhadap perkembangan daerah melalui berbagai sektor potensial. Samsurizal menjelaskan bahwa Parigi Moutong nol kemiskinan bukanlah 'kesejahteraan' semata, melainkan investasi sehat dalam sumberdaya manusia yang tidak hanya menghentikan kesulitan, penderitaan, dan ketidakadilan yang paling buruk sekalipun, tapi juga menstimulasi pertumbuhan dengan mendorong masyarakat memenuhi potensi kreativitas dan produktivitas mereka. Dengan demikian, mereka yang menerima manfaat ini menjadi sumber baru untuk permintaan barang dan jasa, termasuk pangan. "Pengentaskan kemiskinan menggunakan dua jalur intervensi kebijakan secara langsung kedepan, yakni produktivitas melalui program padat karya berbasis kartu anggota keluarga miskin, kemudian program kartu rumah pangan kombinasi antara konsumsi dan produktivitas petani, nelayan perdesaan yang didukung oleh program tanah untuk rakyat," ungkapnya. Program-program yang diusung pasangan incumbent itu bertekad menuntaskan kemiskinan bila dipercaya kembali memimpin Parigi Moutong periode 2018-2023. Seperti diketahui bahwa Paslon SABAR ini mengusung visi 'Memantapkan Kabupaten Parigi Moutong Terdepan Maju, Adil, Merata, Berkelanjutan dan Berdaya

Top