You are here
Home > News > Nasional

Ini Alasan Gerindra Mengusung SABAR

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sulawesi Tengah dan partai pendukung lainya menyatakan terus bekerja keras mendukung pasangan calon Bupati/Wakil Bupati Parigi Moutong Nomor Urut 1, Samsurizal Tombolotutu/Badrun Nggai (SABAR) pada Pilkada 2018 di daerah itu. Perayataan dukungan itu disampaikan Ketua DPD Gerindra Sulteng Longki Djanggola saat menghadiri kampanye terbuka pasangan Samsurizal Tombolotutu/Badrun Nggai di lapangan sepak bola Aneka Sari Desa Tolai Timur, Kecamatan Torue, minggu (8/4) petang. Dukungan partai besutan Prabowo Subianto kepada pasangan calon petahana ini karena kerja-kerja yang dilakukan pasangan ini sudah terbukti dan membuahkan hasil untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat. Sebagai upaya memenangkan pasangan SABAR pada Pilkada Parigi Moutong, Longki mengajak kepada seluruh elemen partai pengusung dan pendukung agar merapatkan barisan serta terus melakukan konsolidasi hingga ke ranting-ranting partai. Selain itu, mantan Bupati Parigi Moutong dua periode ini juga menyerukan agar masyarakat jangan sampai salah memilih kandidat untuk memimpin kabupaten itu selama lima tahun kedepan. "Pasangan SABAR merupakan pasangan ideal dan paling lengkap yang mewakili wilayah utara dan selatan, kita betul-betul terwakili dari ujung Moutong sampai diujung Maleali," ujar Longki. yang juga Gubernur Sulteng itu. Keikutsertaanya menghadiri kampanye pasangan SABAR ini sebagai bentuk apresiasi dan dukungannya kepada pasangan tersebut. "Itulah mengapa saya hadir di tempat ini. Alhamdulillah karena hari ini hari libur sehingga saya tidak perlu izin khusus dari Menteri Dalam Negeri untuk kampanye," katanya. di depan ribuan massa pendukung SABAR. Longki mengaku dirinya siap menghadiri kampanye pasangan SABAR selanjutnya yang akan dilaksanakan baik di wilayah selatan, tengah hingga utara Parigi Moutong. Sumber: Antaranews Sulteng

Tol Ini Bakal Percepat Arus Logistik

Presiden Jokowi meresmikan Jalan Tol Ngawi-Kertosono (Ruas Ngawi-Wilangan) pada Kamis, (29/3/32018). (Dok Jasa Marga)

Jalan tol Ngawi-Kertosono paket I diharapkan berdampak positif terhadap laju ekonomi dan menghubungkan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Jalan Tol Ngawi-Kertosono Paket I dengan ruas Ngawi, Magetan, dan Madiun sepanjang 20 kilometer (KM) resmi beroperasi pada Kamis (29/3/2018). Dengan beroperasinya jalan tol yang merupakan jaringan jalan tol Trans Jawa ini diharapkan menumbuhkan dan mempercepat laju roda perekonomian sekaligus menghubungkan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Adapun jalan tol Ngawi-Kertosono paket I ini merupakan bagian dari total keseluruhan jalan tol sepanjang 87 KM. “Pembangunan tol ini akan berdampak positif terhadap peningkatan mobilitas masyarakat dan mempercepat arus logistik antara Jawa Tengah dan Jawa Timur,” ujar Direktur Operasi II PT Waskita Karya Tbk Nyoman Wirya Adnyana dalam keterangan tertulis, Kamis pekan ini. Proyek Jalan Tol Ngawi–Kertosono paket 1 (ruas Ngawi – Magetan – Madiun) diperoleh PT Waskita Karya Tbk pada  2015 dengan nilai kontrak sebesar Rp 1,54 triliun. Jalan Tol Ngawi – Kertosono adalah jalan tol sepanjang 87,02 kilometer yang memiliki empat gerbang tol (GT). Yakni Gerbang Tol (GT) Ngawi, GT Madiun di Dumpil Balerejo, GT Mejayan di Caruban, dan GT Wilangan di perbatasan Kabupaten Madiun-Nganjuk, Desa Pajaran Kecamatan Saradan. Jalan tol ini merupakan jaringan dari Jalan Tol Trans-Jawa dan pencanangan  pembangunannya dilakukan pada 30 April 2015 oleh Presiden Joko Widodo. Sumber: Liputan6.com

Membatik Bersama Pengrajin

Calon Gubernur Jawa Timur (Jatim) nomor urut dua, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, mengunjungi sentra batik tulis di Sumenep, Senin (26/3/2018). Tepatnya, di Sentra Kerajinan Batik Tulis Melati Desa Pakandangan Barat, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep. Di sentra tersebut, ia menyempatkan diri untuk mencoba menggunakan canting dan menggores malam di atas kain mori. Sebelum mencoba, Wakil Gubernur Jatim selama dua periode ini dengan saksama memerhatikan para pengerajin membatik. Saat kunjungan tersebut, para pengrajin memang sedang membatik. "Maaf, perbolehkan saya untuk mencoba," ujar Gus Ipul kepada seorang pengrajin. Ia menggambar pola bunga dalam batiknya tersebut. Sebuah pola bergambar bunga lengkap dengan kelopak hingga benang sarinya. Meskipun berhasil menuntaskan gambarnya, Gus Ipul mengaku kesulitan. Hasil goresan cantingnya pun sedikit berbeda dengan para pengrajin. "Membatik ini bukanlah perkara mudah. Perlu keahlian tertentu. Namun, saya melihat sendiri para pengerajin sudah sangat profesional bisa membatik dengan sangat cepat. Ini bukti bahwa kalau sudah terlatih, maka akan bisa menjadi profesional. Inilah pentingnya pelatihan dalam UMKM," ucapnya sembari membatik. Gus Ipul pun mengapresiasi para pengrajin batik di kawasan tersebut yang terus meningkatkan pasar sekaligus permintaan dengan persediaan bahan baku yang cenderung bisa dipenuhi. "Serta untuk pembiayaan juga demikian. Relatif tak ada masalah. Ini adalah salah satu peluang yang bisa dimanfaatkan untuk menyerap lapangan kerja," kata dia. Pihaknya lantas mendorong pasar batik untuk bisa memenuhi pasar ekspor. "Syaratnya, kualitasnya bisa terpenuhi," ujar Gus Ipul. Karena itu, untuk memenuhi kebutuhan lapangan kerja sekaligus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), pemerintah provinsi di bawah kepemimpinan Gus Ipul kelak akan menjalankan program Superstar. Program Superstar merupakan kepanjangan dari Sentra UMKM dan Pemberdayaan Start Up. Melalui Program Superstar, sentra UMKM akan dikembangkan dengan inti-plasma yang terintegrasi dengan kluster industri pengolahan. Melalui program tersebut, pemerintah akan banyak melakukan pendampingan kepada sektor UMKM, terutama yang berbasis perempuan. Pendampingan tak hanya dilakukan dalam bentuk pelatihan tenaga kerja, tetapi juga pemberian modal bagi pengrajin. "Industri kreatif di Jawa Timur, khususnya batik merupakan salah satu aspek yang

Top