You are here
Home > News > Hukum & Kriminal

DPO Cabul Kena Jaring ‘Laba-Laba Bitung’

DPO Cabul Kena Jaring 'Laba-Laba Bitung'

Sabtu, 29 Desember Tim Laba-laba Sat Narkoba Polres Bitung mengamankan KA alias Las, 25 tahun, atas dugaan cabul terhadap anak usia 14 tahun. KA merupakan DPO Polsek Randangan Polres Pohuwato Gorontalo yang melarikan diri bersembunyi di Kota Bitung seusai melakukan aksi bejatnya. Informasi dihimpun, penangkapan bermula dari koordinasi Kapolsek Randangan, Ipda Ali Hairudin yang tiba di Kota Bitung bersama dua anggotanya mencari tersangka, Jumat 28 Desember. KA sendiri terlacak berada di Kota Bitung sehingga Ali langsung berkordinasi dengan Kanit Dua Opsnal Tim Laba-laba Sat Narkoba Res Bitung, Bripka Mattineta. Sesuai petunjuk Kasat Narkoba Res Bitung, AKP Frelly Sumampow melakukan back up. Sekitar pukul 14.30 Wita, Kanit Satu Aiptu Lutfi Rumpa dan Kanit Dua Bripka Mattineta bersama anggota Polsek Randangan melakukan pengumpulan keterangan. Hingga pada pukul 15.20 Wita pelaku berhasil dibekuk di Candi Manangis Kelurahan Girian Permai Kecamatan Girian. Setelah semalam nginap di sel tahanan Polres Bitung, Minggu 30 Desember KA digiring ke Gorontalo. “Semua berkat arahan dan petunjuk Kapolres AKBP Stefanus Michael Tamuntuan SIK MH yang mengintruksikan memback up pencarian DPO Polsek Randangan di Bitung,” kata Frelly. "Apalagi KA diketahui bersembunyi di wilayah hukum kami," sambung Frelly. sumber: BeritaManado.com

Memajukan Daerah jadi Fokus Tema Debat Publik

Amelia Idris

KPU Kabupaten Parigi Moutong akan menggelar debat publik putaran kedua bagi para kontestan Pilkada 2018 pada 27 April 2018 di Kecamatan Bolno Lambunu. Debat publik kali ini akan fokus membahas program-program para kandidat dalam memajukan daerah dan penyesuaian pembangunan kabupaten, provinsi dan nasional yang telah dimusyawarakan oleh tim pakar beberapa waktu lalu. Ketua KPU Parigi Moutong Amelia Idris mengemukakan di Parigi, Senin, bahwa pemilihan tema itu sesuai dengan yang diatur dalam Peraturan KPU RI Nomor 4 Tahun 2017 tentang kampanye pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota. "Pemilihan tema sesuai dengan Standard Operational Procedure (SOP) yang ada di dalam peraturan KPU," beber Amelia. Ia menguraikan bahwa pelaksanaan debat publik pada Pilkada Parigi Moutong itu dilaksanakan selama tiga kali. Debat publik putaran pertama telah berlangsung pada 27 Maret 2018 di lapangan sepak bola Desa Sausu, Kecamatan Sausu, yang diikuti tiga pasangan calon dengan tema pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. Sementara debat publik putaran kedua nanti akan berlangsung di Kecamatan Bolano Lambunu, di wilayah utara kabupaten itu sebagai upaya menggali program yang dituangkan dalam visi dan misi masing-masing pasangan calon. Penyusunan tema debat publik ini telah digodok oleh tim pakar beranggotakan enam orang yang telah ditentukan oleh KPU. Pada debat publik putaran pertama dipimpin langsung Hilal Maralangan, seorang akademisi IAIN Palu sebagai moderator yang juga anggota tim pakar. "Insya Allah pelaksanaan debat publik nanti kita laksanakan siang hari mulai pukul 14.00 Wita sampai selesai, beda dengan pelaksanan debat sebelumnya kita laksanakn pada malam hari," ujarnya. Meski begitu, Amelia belum bisa membeberkan secara gamblang siapa yang akan memimpin debat publik putaran kedua nanti. "Yang menentukan itu adalah tim pakar, jadi kita lihat saja nanti siapa yang akan menjadi moderator karena yang mengatur teknisnya adalah tim pakar, mereka yang menyepakati siapa ditempatkan memandu jalannya debat," tutur Amelia. Sumber Naskah & Foto: Antaranews Sulteng

Asmir Ntosa: Hanya SABAR yang Bisa Melanjutkan

"Paslon SABAR harus bertanggung jawab melanjutkan program-program mereka kedepan" Kelanjutan program pembangunan Kabupaten Parigi Moutong dianggap hanya bisa dilaksanakan oleh pasangan Samsurizal Tombolotutu dan Badrun Nggai (SABAR). Pendapat itu dikemukakan Asmir Ntosa di hadapan sejumlah warga Desa Bambalemo, Rabu sore 11 April 2018. Mantan wakil Bupati Parigi Moutong periode 2003-2008 ini menyebutkan bahwa proses pembangunan di Parigi Moutong sedang berjalan, dan itu merupakan kelanjutan program pasangan SABAR sejak 2013 hingga tahun ini. Tahapan pembangunan yang diterapkan pasangan SABAR selama lima tahun belakangan dianggap Asmir belum kelar, sehingga Paslon SABAR harus bertanggung jawab melanjutkan program-program mereka kedepan. Dalam konsep realisasi program atau pembangunan, kata Asmir, tidak baik jika dilakukan oleh yang bukan konseptornya. Siapa yang memprogramkan, sebut Asmir, maka dialah yang harus menerapkan serta menyelesaikan programnya. Karena tidak menutup kemungkinan kalau konsep serta realisasinya diserahkan ke orang lain, bisa berantakan. “Siapa yang sudah mengerjakan maka dialah yang harus menyelesaikan,” ujar mantan pasangan Longki Djanggola saat menjabat Bupati Parigi Moutong 2003-2008. Asmir yakin kemajuan Kabupaten Parigi Moutong makin pesat bila masih dalam kendali pasangan SABAR. Alasan kian meningkatnya pembangunan dan pengembangan Kabupaten Parigi Moutong di tangan pasangan SABAR, menurut Asmir, terlihat dari yang sudah ada. Kemudian didukung lagi oleh rencana program pasangan SABAR untuk lima tahun kedepan. Orasi tokoh Parigi Moutong itu terlontar pada kampanye tatap muka Paslon SABAR yang dihadiri calon wakil bupati, Badrun Nggai. Diakhir orasinya Asmir Ntosa mengajak seluruh warga Parigi, secara umum warga Parigi Moutong untuk memilih dan memenangkan Paslon nomor urut 1 tersebut. Harapannya, SABAR bisa kembali melanjutkan pembangunan demi memantapkan Kabupaten Parigi Moutong terdepan maju, adil, merata, berkelanjutan dan berdaya saing, sebagaimana visi SABAR. Usai Asmir Ntosa, calon wakil bupati Parigi Moutong Badrun Nggai menjelaskan bahwa konsep program pembangunan serta pemberdayaan yang sudah dijalankan dan direncanakan pasangan SABAR tidak luput dari program awal Parigi Moutong sejak pertama kali dinahkodai bupati Longki Djanggola. Dijelaskannya, dipenghujung periode

Dilarang Berjanji, SABAR Beri Bukti

Tahapan Kampanye dialogis dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Parigi Moutong dimanfaatkan maksimal oleh pasangan calon bupati dan wakil bupati Parigi Moutong, H Samsurizal Tombolotutu dan H Badrun Nggai (SABAR). Kegiatan ini dijadikan ajang silaturahmi terhadap masyarakat Parigi Moutong. “Menyambangi dan berkumpul dengan masyarakat merupakan sebuah kegiatan kampanye yang kami inginkan. Karena dengan cara ini kami pasangan SABAR bisa langsung dan secara santai memaparkan visi misi kami untuk Parigi Moutong,” kata calon wakil bupati Parigi Moutong H Badrun Nggai pada Sabtu, 31 Maret 2018. Selain itu, kata Badrun Nggai, melalui dialog tatap muka ini SABAR bisa mendengarkan aspirasi serta ‘curhatan’ warga pedesaan secara langsung. “Begitu banyak penyampaian warga dalam dialog tatap muka selama ini. Namun hampir rata-rata penyampaian dari masyarakat menyangkut program yang sudah termuat dalam catatan visi dan misi kami,” katanya. Terkait usulan-usulan khusus dari masyarakat dalam dialogis itu, Badrun Nggai mengaku hanya bisa mencatat usulan, sebab dalam aturan kampanye kali ini kandidat dilarang keras berjanji. “Ada beberapa aspirasi dari masyarakat yang kami catat melalui tatap muka itu hanya boleh kami catat, karena sebagai kandidat yang taat aturan kami tidak mau berjanji. Jangan hanya gara-gara ba janji torang batal iko Pilkada,” ucap Badrun Nggai dengan dialeg Parigi. Namun demikian, menurut Badrun Nggai, sebagai kandidat petahana ia sedikit menggambarkan keberhasilan program dan kinerja selama lima tahun menjabat. “Karena kami dilarang ba janji, terpaksa saya bilang kalau kita pasangan SABAR hanya bisa memberi bukti, bukan janji,” singkatnya kepada Jasmera.*

Wakapolri: Jaga Netralitas di Polda Sulsel

Indonesian Police Watch (IPW) menilai perintah Wakapolri Komjen Syafruddin yang meminta jajaran Polda dan Polres di Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk menjaga netralitas selama Pilkada 2018 berlangsung sudah tepat. Koordinator divisi Pengawasan Kinerja Polri IPW, Wawan Setiawan, menjelaskan dengan adanya instruksi itu maka akan menjaga kualitas demokrasi di Indonesia. Apalagi, kata dia Pilkada Sulsel kini sudah memasuki tahap kampanye. "Wakapolri secara khusus memberikan perintah ke jajaran Polda dan Polres se Sulsel, perintah yang disertai ancaman pencopotan, itu sudah tepat," kata Wawan kepada awak media, Jakarta, Senin (19/3/2018). Apalagi, kata Wawan ada sejumlah laporan yang masuk ke IPW tentang adanya oknum Polres yang menjadi tim sukses salah satu Paslon. "IPW juga sedang memantau secara ketat Pergerakan Irjen Ike Edwin yang ditugaskan Mabes Polri di Sulsel, dalam catatan IPW Ike Edwin memiliki hubungan sejumlah tokoh politik melalui jaringan persekutuan kerajaan yang pernah berkonflik," papar dia. Wawan menekankan, apabila memang indikasi tersebut terbukti, maka pihaknya akan berupaya untuk melaporkan ke pihak Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri. "Jika ada indikasi menyalagunakan jabatan dan tugas, maka IPW tidak segan akan melaporkan ke Kadiv Propam Polri," tutup Wawan. Sumber: Okezone.com

Polisi Diminta Berpikir Cerdas

Polisi diminta berpikir cerdas memasuki tahun politik saat ini agar tak memihak atau condong pada pasangan calon tertentu. Aparat keamanan dituntut untuk tetap netral untuk menjamin terselenggaranya hajat pesta demokrasi Pilkada 2018. "Tahun 2018 merupakan tahun politik jadi kita harus menyikapi dengan bijaksana karena TNI-Polri dituntut netralitas. Netral tidak hanya diucapkan saja tapi harus dilaksanakan, tugas TNI dan Polri menjamin dan mendukung terselenggaranya Pemilukada 2018 agar tercipta kondisi wilayah yang aman,” kata Wakapolres Demak, Kompol Ibnu Bagus Santoso, Senin (26/3/2018). Pada tahun politik 2018 banyak kegiatan yang perlu pengamanan dari kepolisian, terlebih saat ini memasuki masa kampanye. Oleh sebab itu, polisi tidak boleh underestimate dalam setiap kegiatan. "Banyak kejadian yang terjadi di wilayah lain. Jadikan hal itu sebagai pelajaran bagi kita. Setiap penanganan permasalahan harus berpikir cerdas, penanganan harus tepat, jangan sampai salah langkah sehingga dapat merusak institusi Polri," tegasnya. Dia juga mennyampaikan, anggota Polres Demak harus cermat dalam menyikapi situasi yang berkembang dan tepat dalam penanganan. "Setiap anggota harus mengetahui dinamika situasi di wilayah Demak, sehingga dapat menyelesaikan permasalahan dan terwujudnya situasi kondusif," pungkasnya. Sumber: Okezone.com

Top