You are here
Home > Ekobis > 4 Tren Teknologi di 2019?

4 Tren Teknologi di 2019?

Pengunjung booth Samsung merasakan pengalaman memakai Gear VR. (Kompas.com)

Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi kian maju. Kegiatan di beberapa bidang pun bertransisi dari tradisional menjadi digital dengan sebuah adaptasi teknologi.

Menurut Lenovo, tahun 2019 nanti diperkirakan akan menjadi panggung untuk tren teknologi dan perangkat kecerdasan buatan dengan mengandalkan konektivitas yang serba digital. Berikut 4 prediksi teknologi yang disampaikan oleh pabrikan asal China tersebut dalam keterangan tertulis yang diterima KompasTekno, Jumat (28/12/2018).

1. Perangkat serba cerdas

Berdasarkan riset yang dilakukan Lenovo, efisiensi waktu dan kenyamanan merupakan hal pertama yang disorot dalam kemajuan teknologi tahun depan.

Hal ini bisa tercipta dari model rumah cerdas yang terintegrasi dengan perangkat pintar, seperti speaker dengan kemampuan voice recognition dan voice assistant, untuk mengakses berbagai informasi tanpa harus menyentuh perangkat.

Di sisi produktivitas kerja, kemajuan teknologi, menurut Lenovo, juga bisa mengakomodasi budaya pekerja milenial. Oleh karena itu, untuk menyesuaikan budaya karyawan, Lenovo memprediksi 2019 nanti bakal marak ruang kerja interaktif bak co-working space sebagai solusi untuk para generasi Z yang fasih teknologi.

Lenovo juga memprediksi akan banyak perangkat yang memanfaatkan teknologi cloud, seperti vending machine, aksesoris komputer, serta maraknya pemberkasan dengan sistem digital atau paperless documentation.

2. IoT, AI, AR, dan VR

Menurut Lenovo, perkembangan Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), Augmented Reality (AR) dan Virtul Reality (VR) juga diprediksi bakal ramai digunakan untuk kegiatan di berbagai ranah lingkungan, seperti kesehatan, pendidikan, dan ritel.

Di lingkungan kesehatan, penggunaan perangkat IoT yang dipadukan dengan AI akan senantiasa mempermudah aktifitas diagnosa rumah sakit. Beberapa diagnosa tersebut seperti pemeriksaan kesehatan secara remote, mendiagnosa tumor, dan mengakses berbagai macam perangkat IoT basis kedokteran yang terhubung dengan jaringan.

Di sisi lain, pada bidang pendidikan, AR dan VR dapat dipakai untuk membawa para siswa ke lingkungan buatan, melalui sebuah perangkat seperti kacamata virtual, agar bisa mempelajari alam tanpa harus mengunjunginya.

Tak ketinggalan bisnis ritel juga diprediksi akan disambangi teknologi IoT dan AI untuk mempermudah penguna berbelanja melalui otomatisasi transaksi serta penyedian listing & pricing secara real-time.

3. Industri didukung

5G Prediksi ketiga Lenovo datang dari ranah AR. Menurut pihaknya, teknologi AR yang didukung jaringan 5G akan turut ikut serta mengembangkan berbagai industri seperti hiburan dan manufaktur.

Pada bidang hiburan, penggunaan AR ditaksir bakal terus meningkat. Tahun ini saja, pengeluaran produk dan layanan AR dan VR diprediksi mencapai 27 miliar dollar AS atau sekitar Rp 393 triliun, berdasarkan data IDC.

Sebagian data tersebut berasal dari penggunaan VR yang sudah lebih dulu merambah ke industri gaming, jurnalistik, produksi film, pendidikan, olahraga, musik, serta visualisasi pelatihan dari data.

Tak hanya itu, pemanfaatan AR di bidang industrial juga diprediksi akan marak digunakan. Penggunaannya bisa dilihat di berbagai aktifitas pabrik seperti kegiatan remote assistance, penggunaan untuk mengenali objek, dan sebagai panduan kerja atau workflow tools.

Akan ada pula integrasi IT dan sinkronisasi AR dengan berbagai perangkat, seperti headset dan kacamata yang disinkronkan dengan konten dan platform, misalnya dengan YouTube.

4. Sekuriti lebih aman

Taksiran terakhir yang disampaikan Lenovo berasal dari sistem sekuriti yang bakal lebih aman dengan model end-to-end, yang berarti hanya bisa terenkripsi di perangkat.

Di ranah ini, Lenovo memprediksi sistem keamanan bakal semakin terfokus dan AI pun akan mempelajari cara untuk mengatasi kerentanan sistem tersebut mengingat banyaknya data pengguna yang bisa disalah gunakan.

Tren Two-factor Authentication (2FA) atau otentikasi dua langkah juga akan meningkat seiring maraknya perkembangan perangkat yang memiliki fitur multi-sync.

Selain itu, teknologi Device-as-a-Service (DaaS) juga diprediksi bisa dijadikan solusi untuk pelaku bisnis yang memiliki isu di sistem keamanan karena kompleksnya tenaga kerja mobile yang makin marak bermunculan sebagai efek dari budaya Bring Your Own Device (BYOD).

sumber: Kompas.com
Top